Multilingual Folk Tale Database


Information

Author: Fudail Ibn Ayad - 8thC AD

Translated into Indonesian

Source: HARTA KARUN DARI TIMUR TENGAH

Based on Kisah Nasib

Translations

Dutch - viewaligned

English - viewaligned

French - viewaligned

Indonesian - aligned

Italian - viewaligned

Russian - viewaligned

Spanish - viewaligned


Add a translation

Adaptations

Pieter Nicolaas van Eyck (Dutch) - viewaligned

William Somerset Maugham (English) - viewaligned

Jean Cocteau (French) - viewaligned

Ketika Maut Datang ke Bagdad

Fudail Ibn Ayad

Pada suatu hari, pengikut seorang Sufi di Bagdad sedang duduk di sudut sebuah warung ketika didengarnya dua mahkluk sedang bercakap-cakap. Berdasarkan apa yang dipercakapkan itu, pengikut Sufi tersebut mengetahui bahwa salah satu diantara yang sedang berbicara itu adalah Malaikat Maut.

"Saya bertugas menemui sejumlah orang di kota ini selama tiga minggu mendatang." kata Malaikat itu kepada temannya bicara.

Karena takut, pengikut Sufi itu menyembunyikan diri sampai yang berbicara itu berlalu. Kemudian, setelah memeras otak bagaimana caranya menghindarkan diri dari maut, ia memutuskan bahwa apabila ia menjauhkan diri dari Bagdad, tentunya Maut tak akan bisa mencapainya. Berdasarkan alasan itu, iapun segera menyewa kuda yang tercepat, dan memacunya siang malam menuju Samarkand.

Sementara itu Malaikat Maut menemui guru Sufi; mereka berdua membicarakan beberapa orang. "Dan di mana gerangan pengikutmu Si Anu?" tanya Maut.

"Tentunya ia ada di kota, sedang merenungkan sesuatu, mungkin di sebuah warung minum," jawab Sang Guru.

"Aneh," kata Sang Malaikat. "Ia terdapat dalam daftarku. Ya, betul, ini dia; dan aku harus menjemputnya dalam waktu empat minggu ini di Samarkand, ya, Samarkand."